Sentra Batik di Kecamatan Glagah Banyuwangi: Dari Pemula Menjadi Pelaku Usaha
Sumber Foto: Radar Banyuwangi
Sentra Liputan

Sentra Batik di Kecamatan Glagah Banyuwangi: Dari Pemula Menjadi Pelaku Usaha

Perkembangan industri batik di Bumi Blambangan, khususnya di Banyuwangi, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sentra-sentra batik kini bermunculan di berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Glagah dan Licin, serta Desa Pakistaji di Kecamatan Kabat yang dikenal sebagai pusat oleh-oleh batik.

Keberagaman Motif Batik

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi, Rr. Nanin Oktaviantie, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 40 motif dasar batik lokal yang dihasilkan. Beberapa motif tersebut merupakan hasil kolaborasi antara desain semi-modern dan tradisional.

Nanin menambahkan, pihaknya mendorong para perajin untuk menciptakan desain yang relevan dengan perkembangan zaman. "Kami ingin agar desain batik tidak hanya mengandalkan gaya kuno atau konvensional, tetapi juga menghadirkan motif yang lebih modern untuk menarik minat berbagai kalangan, termasuk anak muda," ujarnya.

Pendidikan dan Pelatihan untuk UMKM

Pada tahun 2022, Diskop-UMP telah melakukan pelatihan kepada masyarakat di Kecamatan Glenmore yang berminat untuk memulai usaha batik. Melalui program ini, kelompok-kelompok yang sebelumnya merupakan pemula kini telah berhasil bertransformasi menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Kami melatih mereka agar dapat bertahan dan berkembang di pasar," jelas Nanin.

Batik Gondho Arum: Khas Banyuwangi Mendunia

Salah satu produk unggulan batik khas Banyuwangi yang telah mendunia adalah Batik Gondho Arum, yang diproduksi di Desa Pakistaji. Keberhasilannya dalam menembus pasar internasional menjadi salah satu bukti nyata dari potensi yang dimiliki oleh industri batik di Banyuwangi.

Dengan adanya dukungan pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan, diharapkan para perajin batik di Banyuwangi dapat terus meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar global.