Sentra Genteng di Indonesia dan Proyek Gentengisasi Prabowo Subianto
JAKARTA - Di tengah upaya pemerintah untuk mempromosikan penggunaan genteng, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginannya untuk menggelorakan gerakan gentengisasi di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk memperluas penggunaan genteng sebagai material atap rumah di seluruh nusantara.
Sentra Produksi Genteng di Indonesia
Terdapat enam daerah utama di Indonesia yang dikenal sebagai sentra produksi genteng dari tanah liat. Daerah-daerah tersebut adalah:
- Majalengka
- Kebumen
- Sleman
- Kendal
- Tabanan
- Lombok
Dalam sebuah siaran langsung yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI pada 4 Februari 2026, Prabowo menekankan pentingnya genteng sebagai solusi untuk atap rumah di Indonesia. Ia mengatakan, "Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia." Ini menunjukkan bahwa selain sebagai kebijakan, proyek ini berpotensi membuka peluang ekspansi baru bagi industri keramik nasional.
Kelebihan Genteng Tanah Liat
Genteng merupakan material atap yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar. Kekuatan serta daya tahan genteng tidak bisa dipandang sebelah mata. Material ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
- Ketahanan yang luar biasa, mampu bertahan lebih dari 100 tahun.
- Dapat menahan berbagai cuaca ekstrem, seperti hujan es, angin kencang, hingga api.
- Ramah lingkungan karena bahan dasarnya berupa mineral yang dapat didaur ulang.
Kekurangan Genteng untuk Atap Rumah
Meskipun memiliki banyak kelebihan, pemasangan genteng membutuhkan keahlian khusus. Oleh karena itu, diperlukan tukang yang berpengalaman untuk memastikan bahwa pemasangan dilakukan dengan benar dan aman.
Dengan adanya proyek gentengisasi, diharapkan industri genteng di Indonesia dapat berkembang lebih pesat dan memenuhi kebutuhan atap yang berkualitas bagi masyarakat.




