Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektoral Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis di Ciamis
Sumber Foto: Liputanesia.co.id
Sentra Liputan

Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektoral Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis di Ciamis

Ciamis - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai menampakkan potensi untuk melibatkan lebih banyak pengusaha lokal dan petani. Hal ini setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis, khususnya Komisi B (Perekonomian dan Keuangan), melakukan kunjungan kerja dengan para pemilik Dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.

Ketua Forum Komunikasi Mitra SPPG (FKMS) Kabupaten Ciamis, Andi Ali Fikri, menyatakan apresiasinya terhadap langkah DPRD ini. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat membuka peluang bagi pengusaha dan petani lokal untuk berpartisipasi dalam penyediaan kebutuhan pokok untuk program MBG.

"Ini bisa menjadi rahasia kesuksesan program MBG dalam mengoptimalkan produk lokal," ujarnya. Andi menekankan perlunya dukungan lintas sektoral untuk memastikan keberhasilan program ini.

Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi

Andi Ali Fikri menegaskan bahwa kesamaan pandangan antara pemangku kebijakan dan mitra pelaksana merupakan fondasi utama untuk keberlanjutan program. "FKMS hadir bukan untuk berseberangan, melainkan untuk memperkuat barisan. Kami memahami bahwa tantangan dalam pemenuhan komoditas lokal memerlukan kerja kolektif," tuturnya.

Rencana Kolaborasi Berdasarkan RTRW

Untuk mendukung rencana besar daerah, FKMS menawarkan skema kolaborasi yang mengacu pada data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ciamis. Beberapa langkah yang diusulkan adalah:

  • Harmonisasi Suplai Berbasis Zonasi: FKMS akan membantu pemetaan teknis agar setiap dapur MBG terhubung langsung dengan sentra produksi pertanian yang telah ditetapkan dalam RTRW, seperti sentra ikan di Panumbangan dan Sindangkasih, serta sentra ternak dan hortikultura di wilayah Ciamis selatan dan utara.
  • Jembatan Komunikasi antara PIC dan Petani Lokal: FKMS berkomitmen menjadi penghubung yang efektif antara pengelola dapur (PIC MBG) dan para petani lokal, untuk memastikan standar kualitas dan kuantitas produk terjaga.
  • Pendampingan Pertanian Berkelanjutan: FKMS siap mengedukasi mitra petani untuk menekan biaya produksi dan mendorong kemandirian input, mendukung program Pemkab dalam memajukan pertanian organik.

Andi percaya bahwa program MBG merupakan momentum penting untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan di Ciamis. "Dengan komunikasi yang terbuka dan komprehensif, keberadaan MBG akan dirasakan manfaatnya oleh semua pihak, mulai dari anak-anak yang mendapatkan gizi terbaik hingga petani yang memperoleh kepastian pasar," tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Andi mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dalam upaya mencapai kedaulatan pangan. "FKMS siap bersinergi, memberi solusi, dan bekerja keras bersama Pemerintah Daerah demi masa depan generasi Ciamis yang lebih baik," pungkasnya.