SPJM Raih Penghargaan Usai 19 Juta Jam Kerja Tanpa Korban Jiwa
Tahun 2025, perusahaan mencatat 19 juta jam layanan kerja tanpa satu pun korban jiwa (Zero Fatality).
Seperti yang disampaikan SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick dalam siaran pers, Jum’at (20/2/2026).
“Keberhasilan ini lahir dari upaya panjang. Ini bukti konsistensi penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Red) di seluruh lini.
Bukan hanya meningkatkan Awareness, tapi menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja,” ujarnya.
Dijelaskan, sebagai perusahaan yang melayani Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), risiko kerja SPJM tergolong tinggi.
Mulai dari aktivitas di laut, alat berat, hingga operasional pelabuhan 24 jam. Karena itu, konsistensi budaya K3 jadi kunci utama.
Sementara itu, berbagai langkah dilakukan dalam mewujudkan K3.
Mulai dari pelatihan keselamatan rutin, management Walkthrough langsung dari pimpinan, peningkatan kompetensi pekerja, hingga simulasi darurat seperti Basic Life Support Training dan Safety Drill.
Pengendalian risiko juga diperkuat lewat penyusunan risk register di tiap unit kerja.
Yang paling penting: semua orang di perusahaan punya prinsip yang sama yakni kerja maksimal, tapi keselamatan nomor satu.
SPJM juga memberi apresiasi kepada seluruh pekerja yang disiplin menjalankan aturan K3L.
Penghargaan ini jadi pemicu untuk mempertahankan standar tinggi tersebut.
Karena pada akhirnya, indikator sukses industri berisiko bukan hanya produktivitas tapi juga memastikan setiap pekerja berangkat sehat dan pulang dalam kondisi yang sama.
Atas capaian tersebut, SPJM mendapat penghargaan dari Pelindo dalam forum keselamatan yang dihadiri berbagai entitas Pelindo Grup. (*)




