Sri Nurhaliza: Mendorong Pemberdayaan Perempuan Melalui Komunitas Women Hub
Komunitas Women Hub hadir sebagai wadah untuk mendukung pertumbuhan kolektif perempuan, dengan tujuan memberdayakan anggotanya secara pribadi dan profesional. Komunitas ini berkomitmen untuk menciptakan ruang-ruang nyata dan virtual yang memungkinkan perempuan merasakan kekuatan persaudaraan.
Siti Nurhaliza, yang akrab disapa Nurul, adalah pendiri dari Women Hub. Saat ini, ia merupakan mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan sedang menyelesaikan tugas akhir di Makassar. Dalam sebuah siniar di kanal Youtube Berita Kota Makassar, Nurul mengungkapkan keinginannya agar perempuan dapat terus berdampak positif di lingkungan sekitar.
Perjalanan Nurul dalam mendirikan Women Hub berawal dari pengalaman pribadinya. Ia mengaku pernah mengalami ketidakpercayaan diri yang tinggi. Namun, setelah memilih jurusan Hubungan Internasional, ia mulai bertransformasi. "Saya dulu orangnya mudah insecure. Tapi setelah masuk di Jurusan HI, saya mulai beranjak," ujarnya. Melihat banyak teman sejurusannya yang berprestasi, khususnya dalam public speaking, semakin memotivasi dirinya untuk berkembang.
Dengan tekad untuk mengubah nasib, Nurul berusaha mengejar peluang untuk berkunjung ke luar negeri melalui jalur prestasi. Setelah melewati berbagai kegagalan, usaha yang ditempuhnya akhirnya membuahkan hasil, dan ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke luar negeri melalui media seorang influencer.
Pengalaman tersebut memunculkan kepedulian Nurul terhadap banyak perempuan yang memiliki potensi besar tetapi terhambat oleh rasa insecure. "Saya ingin orang lain merasakan dan tidak membuat kesalahan yang sama seperti yang saya alami," tuturnya. Dari sinilah, ia menggagas pendirian Women Hub bersama rekan-rekannya pada tahun 2024 untuk memberikan wadah bagi perempuan dalam mengembangkan diri.
Menariknya, saat membuka pendaftaran volunteer, komunitas ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari banyak peserta. "Pendaftarnya banyak sekali waktu itu," ungkap Nurul. Saat ini, Women Hub aktif di media sosial, khususnya Instagram, dengan konten-konten inspiratif untuk menarik lebih banyak perempuan bergabung. Interaksi online juga dilakukan untuk menjangkau anggota dari berbagai daerah.
Nurul menyadari bahwa lingkungan dan pergaulan sangat mempengaruhi perkembangan individu. Pengalaman pribadinya yang dulunya dikenal pasif kini membawanya menjadi aktif dalam menciptakan inovasi. Namun, perjalanan mendirikan Women Hub tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk manajemen waktu, mengingat kesibukannya dalam berbagai proyek nasional dan internasional serta keterlibatannya dalam organisasi Manhaj UIN Jakarta.
Meski harus membagi waktu, Nurul tetap aktif mengajak rekan-rekannya di Makassar untuk terlibat dalam komunitas ini. "Saya ajak teman-teman di Makassar untuk bergabung karena bisa menciptakan gebrakan baru," tambahnya. Kehilangan sosok ibu juga menjadi tantangan tersendiri, namun ia bertekad untuk menjadi contoh bagi adik-adiknya. Dukungan penuh dari ayahnya menjadi sumber motivasi tersendiri.
Ke depan, Nurul berencana untuk merancang program kerja yang lebih memotivasi perempuan, dengan menghadirkan pembicara-pembicara inspiratif. Women Hub juga akan mengadakan acara kolaborasi dengan berbagai instansi di Jakarta. "Kita selalu welcome untuk sharing dan mentoring," ujarnya.
Di akhir wawancara, Nurul menyampaikan rasa terima kasih kepada dirinya sendiri, keluarga, dan teman-temannya yang telah mendukung setiap langkahnya. "Kita harus punya rencana dan tindakan untuk mewujudkan mimpi, karena mimpi harus diperjuangkan, dan jangan lupa untuk selalu melibatkan Tuhan," tutupnya.




