Strategi Pengelolaan Keuangan Pribadi untuk Kesejahteraan Finansial
Sumber Foto: JurnalPost
Lifestyle

Strategi Pengelolaan Keuangan Pribadi untuk Kesejahteraan Finansial

JurnalPost.com – Pengelolaan keuangan pribadi merupakan proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang . Tujuan hidup dapat berupa membeli tanah untuk membangun sebuah rumah impian, menabung untuk kebutuhan pribadi di masa kini hingga di masa yang akan datang (kesejahteraan Finansial). Karena, kesulitan keuangan bukan hanya fungsi dari pendapatan semata namun juga dapat terjadi apabila mengelolanya terjadi kesalahan seperti : menggunakan kartu kredit. Pengetahuan dan pemahaman tentang keuangan pribadi sangat penting bagi individu (diri sendiri) agar dapat membuat keputusan yang benar dalam keuangan (Margaretha dan Pambudhi, 2015). Mengapa demikian ? Karena, kurangnya pemahaman mengenai keuangan pribadi akan menjadi masalah serius di masa yang akan datang.

Menurut Rodhyah (2012) uang menjadi sangat penting. Uang adalah salah satu alat bayar, alat untuk memupuk kekayaan. Begitu pentingnya uang dalam peradaban manusia di zaman modern saat ini, sehingga uang bisa menjadikan orang bahagia atau bahkan malah malapetaka apabila disalahgunakan. Hal buruk mungkin bisa terjadi dimasa yang akan datang. Tetapi insyaallah akan dapat diminimalisir dengan cara mengelola keuangan.

Pentingnya pengelolaan keuangan ini sudah banyak dirasakan oleh kebanyakan individu. Meskipun masih banyak orang yang berpikiran uang disimpan di dalam lemari saja apabila butuh baru dikeluarkan. Sehingga akan berantakan karena tidak dapat membedakan mana yang kebutuhan prioritas mana yang bukan. Bahkan untuk kebutuhan darurat mereka tidak memikirkan nya sama sekali (Rahmawati D.P., 2010).

Yusuf Sutarko (2019) selaku chef digital transformation di salah satu perusahaan di Jakarta menyebutkan bahwa dalam mengatur keuangan jangan sampai menuruti gaya hidup yang tinggi karena itu tidak akan ada habisnya, dan jangan sampai juga menaikkan taraf hidup dengan cepat. Misalnya kita menyisihkan hasil pendapatan / uang untuk ditabung, namun dengan adanya kenaikan pendapatan bukan berarti kita langsung bisa menaikkan gaya hidup secara signifikan (cepat dan berbeda 100% dari kehidupan sebelumnya).

Howell (2015) menyatakan bahwa pengelolaan keuangan pribadi merupakan salah satu yang paling dibutuhkan oleh masyarakat modern saat ini, karena pilihan konsumen yang dari hari ke hari dapat mempengaruhi dalam hidup seseorang. Navickas, Tadas dan Emilia (2016) juga menyatakan bahwa tanggung jawab pengelolaan keuangan pribadi perlu dilakukan sedini mungkin dan jangan ditunda-tuda lagi.

Pengelolaan keuangan pribadi juga menurut adanya pola hidup dalam diri yang memiliki prioritas yang dapat berpengaruh pada tingkat kedisiplinan seseorang ketika mengelola uangnya (Benson 2017).

Menurut Warsono (2015) mengelola keuangan pribadi dapat dilihat dari 4 cara, yaitu:

1. Penggunaan dana

Yaitu dari manapun sumber dana yang kita miliki entah dari bisnis bersama teman, menjual produk, berdagang baju dan lain sebagainya. Persoalannya adalah tetap bagaimana cara kita menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan pribadi secara tepat.

2. Penentuan sumber dana.

Seseorang ( diri kita sendiri) harus mampu mengetahui dan menentukan sumber dana. Seperti yang sudah saya sampaikan di atas bagian (penggunaan dana) Sumber dana dapat diciptakan dari berbagai usaha. Dengan mampu menentukan sumber dana yang tepat maka seseorang dapat mengetahui dan mencari sumber dana alternatif lain sebagai sumber pemasukan keuangan untuk dikelola.

3. Manajemen resiko

Seseorang juga harus mempunyai upaya perlindungan yang baik untuk mengantisipasi atau melindungi diri dari kejadian-kejadian yang tidak terduga sebelumnya. Hal yang sering dilakukan dalam melakukan hal tersebut adalah dengan mengikuti asuransi.

4. Perencanaan masa depan

Masa depan adalah hal yang akan dilalui dan dituju oleh setiap orang, untuk itu dibutuhkan suatu rencana keuangan yang baik untuk hal tersebut. Dengan merencanakan masa depan maka harus memperkirakan kebutuhan-kebutuhan di masa depan sehingga seseorang dapat menyiapkan investasi dari saat ini.

Selain 4 cara di atas, Senduk (2007) mengatakan bahwa manajemen keuangan pribadi meliputi keputusan tentang :

1. Membeli dan memiliki sebanyak mungkin harta (aset).

Aset merupakan harta yang dapat memiliki nilai jual yang semakin tinggi atau meningkat di kemudian hari apabila kita suatu saat membutuhkannya. Seperti Misalkan : kita berinvestasi atau mendepositokan pendapatan kita.

2. Mengatur pengeluaran.

Atur pengeluaran setiap bulannya.

3. Berhati-hati dengan hutang.

Jika memang tidak mendesak maka usahakanlah untuk tidak berhutang apalagi ke bank, rentenir dan lain sebagainya. Dan jika memang sangat mendesak berusahalah juga untuk menghutang dalam jumlah yang tidak terlalu besar sehingga tidak mengganggu keuangan pribadi secara keseluruhan pada saat pengembalian hutang tersebut.

4. Sisihkan untuk masa depan.

Seperti dengan melakukan investasi.

5. Memiliki proteksi

Misalkan seseorang belum memiliki penghasilan yang tetap maka dapat membuka rekening tabungan dan menyisihkan uang sedikit demi sedikit dari pemasukan untuk di tabung sebagai anggaran proteksi pada resiko yang tidak diharapkan.

Parrota dan johnson (1998) menyatakan bahwa manajemen keuangan pribadi dapat diartikan sebagai proses perencanaan, dan evaluasi keuangan yang dilakukan oleh individu, yang diharapan individu dapat menciptakan kekayaan yang dibutuhkan.

Pengelolaan keuangan yang baik tentu dapat diukur dan dilihat dari bagaimana setiap orang berkemampuan dalam menghemat uang dan mengatur pengeluaran setiap harinya. (Perry dan Morris, 2005) menyatakan bahwa kemampuan seseorang diukur dengan 5 komponen, yaitu mampu membelanjakan uang seperlunya untuk kebutuhan pokok, membayar kewajiban bulanan secara tepat waktu ( seperti listrik ), merencanakan keuangan untuk keperluan masa depan agar hidup merasa tenang, serta menabung dan menyisihkan uang untuk kesenangan diri sendiri maupun menyenangkan keluarga.

Penelitian Andrew (2014) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keuangan dengan perilaku keuangan dimana semakin tinggi pengetahuan keuangan seseorang yang dimiliki akan cenderung lebih bijak dalam pengelolaan keuangannya ketika ingin melakukan transaksi atau mengeluarkan uang.

Wibawa (2003) mengungkapkan manfaat pengelolaan keuangan tersebut yang pertama bahwa perencanaan keuangan tersebut tidak menjanjikan seseorang menjadi kaya mendadak, tetapi lebih ke disiplin untuk mengendalikan diri dan menyediakan kondisi finansial masa depan terbaik / terjamin bagi diri sendiri secara efektif dan efisien sehingga sesuai dengan kemampuan finansial pada saat ini, yang kedua adalah jaminan bahwa keuangan akan aman, dan yang ketiga perencanaan keuangan pribadi akan membantu secara efektif dan efisien untuk dapat meraih cita – cita finansial.

Sembel (2005) Rita dan Santoso (2015) menjelaskan beberapa alasan mengapa pengelolaan keuangan perlu dilakukan oleh setiap orang tujuannya yaitu berjaga – jaga untuk melindungi diri sendiri dari berbagai masalah yang berdampak secara finansial seperti penyakit, kematian, kecelakaan, kena tilang, tuntutan hukum dan lain sebagainya.

Baca Juga

Tidak Ada Konten yang Tersedia

Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa: Dalam kehidupan, kebahagiaan seseorang tidak dapat diukur melalui kekayaan yang berlimpah maupun karir yang tinggi. Namun, akan betapa berharganya apabila seseorang dapat memahami dan melaksanakan manajemen keuangan pribadi. Karena, pengelolaan keuangan pribadi sangat membantu untuk menjalankan aktivitas secara finansial. Pengelolaan keuangan bukan berarti untuk mempersulit hidup seseorang dalam menikmati hidupnya dengan bersenang-senang membeli barang sesuai dengan keinginannya. Tetapi justru akan lebih menikmati hidup dengan mendayagunakan sumber dana keuangannya dengan tepat dalam rangka mencapai tujuan keuangan pribadinya dimasa yang akan datang.

Penulis : Yayank Avrilia, Fika Fitriasari ( Mahasiswa semester 3, FEB Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang ).

Tags: Kehidupan Pribadi Kesejahteraan Finansial