Sentra Media - Kota Surabaya ditetapkan sebagai hub data center untuk kawasan Indonesia Timur dengan kehadiran E2 Data Center oleh DCI Indonesia.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya infrastruktur digital yang kuat untuk mendukung sektor perdagangan, manufaktur, dan jasa di provinsi tersebut. Ia menyatakan bahwa data center sangat krusial untuk mendukung teknologi seperti AI, machine learning, dan cloud computing.
Emil menjelaskan bahwa keberadaan data center memungkinkan pelaku usaha untuk menghindari investasi besar di awal untuk perangkat keras, beralih ke layanan komputasi berbasis cloud yang lebih efisien. Mengenai infrastruktur energi, Emil menambahkan bahwa ketersediaan pasokan listrik di Jawa Timur saat ini masih mampu mendukung operasional data center dengan kapasitas awal sembilan megawatt (MW).
Founder dan CEO DCI Indonesia, Otto Toto Sugiri, menyebut Surabaya sebagai lokasi strategis karena merupakan pusat ekonomi terbesar kedua di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa penguatan konektivitas global melalui jaringan kabel fiber optik bawah laut akan memperkuat posisi Surabaya di ekosistem digital regional.
Pembangunan data center di Surabaya saat ini berada pada tahap awal dengan kapasitas sembilan MW. DCI Indonesia menargetkan pengembangan kapasitas tersebut hingga mencapai ratusan megawatt di Jawa Timur ke depannya.