Surabaya Siap Menjadi Pusat Pengembangan Industri Maritim Nasional
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengumumkan bahwa Surabaya, Jawa Timur, akan dijadikan sebagai pusat pengembangan ekosistem PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat industri maritim nasional.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem yang direncanakan oleh Jaladri di Surabaya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas industri perikanan melalui integrasi berbagai sektor pendukung. Ekosistem tersebut mencakup beberapa aspek, antara lain:
- Penguatan industri perkapalan
- Pengolahan hasil laut
- Sistem distribusi dan pemasaran
Dony menambahkan, pengembangan ini sejalan dengan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pembangunan Kampung/Desa Merah Putih. BP BUMN melalui Jaladri akan berperan aktif dalam menyiapkan ekosistem industri yang terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan usaha di sektor kelautan.
"Kita akan menyiapkan ekosistemnya, sedangkan Kampung Nelayan dibangun oleh KKP. Ini menunjukkan adanya integrasi komprehensif dalam pengelolaan sumber daya laut kita," ungkap Dony.
Pentingnya penguatan ekosistem Jaladri tidak hanya terfokus pada sektor hulu, tetapi juga mencakup pengembangan industri hilir perikanan. Dalam hal ini, pemerintah optimis bahwa hilirisasi hasil laut dapat meningkatkan nilai tambah serta memperluas peluang investasi di sektor maritim.
Lebih lanjut, pengembangan kawasan industri maritim di Surabaya diharapkan dapat mendorong konsolidasi industri galangan kapal nasional. Ini termasuk memperkuat peran PT PAL Indonesia (Persero) sebagai salah satu motor penggerak industri perkapalan dalam negeri.




