Survei OJK 2025: Gen Z Kenal Keuangan Digital, Namun Menabung dan Investasi Masih Rendah
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Survei OJK 2025: Gen Z Kenal Keuangan Digital, Namun Menabung dan Investasi Masih Rendah

Generasi Z di Indonesia semakin gencar belajar literasi keuangan sejak bangku sekolah, namun tantangan perilaku konsumtif dan godaan gaya hidup digital masih membayangi pengelolaan keuangan pribadi mereka.

Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal 2025 mengungkapkan bahwa meski 60% Gen Z sudah mengenal produk keuangan digital, hanya 35% yang rutin menabung dan berinvestasi. Fenomena ini terjadi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya, di tengah maraknya tren belanja online, layanan paylater, dan keinginan mengikuti gaya hidup selebriti media sosial.

"Gen Z punya akses informasi yang luas, tapi pengendalian diri masih jadi tantangan utama. Banyak yang terjebak cicilan konsumtif," ujar Amelia Putri, pakar literasi keuangan dari Universitas Indonesia, Kamis (19/6).

Menurut Amelia, pengelolaan keuangan di usia muda sangat penting agar generasi ini bisa mempersiapkan masa depan yang stabil secara finansial. Beberapa platform keuangan digital pun kini berinovasi dengan menyediakan fitur budgeting otomatis dan edukasi keuangan interaktif khusus untuk Gen Z.

Di sisi lain, pemerintah melalui OJK dan Bank Indonesia terus mendorong literasi keuangan dengan program inklusi di sekolah dan kampus. Dampaknya, semakin banyak komunitas muda yang berbagi tips investasi dan perencanaan keuangan melalui media sosial.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Keinginan tampil trendi, tekanan gaya hidup, dan budaya FOMO (fear of missing out) membuat sebagian Gen Z mudah tergoda berutang konsumtif. Tak jarang, hal ini memicu stres finansial dan utang menumpuk di usia produktif.

Pakar ekonomi keluarga menyarankan orang tua turut berperan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini dan mendampingi anak dalam memilih instrumen investasi yang sesuai.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas program edukasi keuangan ke tingkat desa dan komunitas informal, sambil menggandeng influencer muda untuk menarik minat Gen Z. Langkah ini diharapkan dapat membentuk generasi yang bukan hanya melek teknologi, tetapi juga bijak mengatur keuangan pribadi.