Telkom Integrasikan 1.231 Anak ke Stunting Action Hub
Sentra Media - Telkom mengintegrasikan 1.231 anak ke dalam platform digital Stunting Action Hub untuk mendukung penurunan stunting nasional. Langkah ini merupakan bagian dari program intervensi gizi terpadu yang mencakup 3.169 anak di sembilan provinsi sepanjang 2025.
Awal Kejadian
Pengumuman integrasi ini dilakukan di Jakarta pada Jumat, 27 Februari 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting dengan pendekatan berbasis data dan pemantauan terstruktur.
Perkembangan
Program ini mengombinasikan bantuan nutrisi langsung dengan teknologi digital untuk mencatat dan mengevaluasi pertumbuhan anak. Melalui Stunting Action Hub, parameter seperti tinggi badan, berat badan, dan status gizi dicatat secara sistematis untuk memungkinkan pemantauan yang lebih presisi dan berkelanjutan. Hery Susanto dari SGM Social Responsibility Telkom menjelaskan bahwa pendekatan berbasis data adalah fondasi utama program ini. Ia menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan ekosistem data terintegrasi agar efektivitas intervensi dapat diukur secara real-time.
Kondisi Terakhir
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional mencapai 21,5%, dengan satu dari lima balita mengalami gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14% sebagai bagian dari agenda prioritas pembangunan kesehatan nasional. Dengan adanya Stunting Action Hub, proses evaluasi diharapkan tidak lagi bergantung pada pencatatan manual yang berisiko terfragmentasi.




