Tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan Satukan Sistem Pengelolaan Sampah Menjadi Proyek Pembangkit Energi
Hub Berita

Tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan Satukan Sistem Pengelolaan Sampah Menjadi Proyek Pembangkit Energi

Sentra Media - Tiga kabupaten di Sulawesi Selatan telah resmi mengintegrasikan sistem pembuangan sampah mereka ke dalam proyek Pembangkit Listrik Energi Terbarukan (PSEL) untuk meningkatkan pengelolaan sampah daerah dan mendukung energi terbarukan. Kerjasama ini bertujuan untuk mengatasi krisis lingkungan yang mendekat sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap jaringan listrik nasional.

Awal Kejadian

Inisiatif ini diresmikan melalui perjanjian kerjasama lintas daerah yang disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Rumah Jabatan Gubernur di Makassar. Proyek ini menandai peralihan dari sistem pembuangan tradisional ke model pemulihan energi yang lebih modern dan sistematis.

Perkembangan

Fasilitas PSEL dirancang untuk memproses sekitar 1.000 ton sampah setiap hari, yang berasal dari Kota Makassar (800 ton), Kabupaten Gowa (150 ton), dan Kabupaten Maros (50 ton). Volume ini diharapkan dapat menghasilkan antara 20 hingga 25 Megawatt listrik, dengan output akhir bergantung pada kualitas kalori dari sampah yang masuk. Menteri Hanif menekankan bahwa volume sampah yang besar di daerah tersebut memerlukan pergeseran segera menuju konversi energi.

Menteri Hanif juga mencatat bahwa proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menunjukkan keprihatinan terhadap keadaan darurat sampah nasional. Data terkini menunjukkan bahwa tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada memiliki rata-rata sisa umur hanya 17 tahun.

Kondisi Terakhir

Diharapkan dengan penerapan PSEL, pemerintah dapat mengurangi akumulasi sampah harian hingga 20 persen dan menciptakan warisan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang. Walaupun target energi ini ambisius, masih ada tantangan logistik yang harus dihadapi. Kapasitas transportasi sampah Pemerintah Kota Makassar saat ini hanya sekitar 67 persen, menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur untuk memastikan fasilitas PSEL mendapatkan pasokan yang konsisten. Wali Kota Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa keputusan untuk mengadopsi strategi berbasis aglomerasi dengan Gowa dan Maros adalah langkah yang disengaja untuk menghindari solusi yang terfragmentasi.

You can share this post!