Tingginya Kriminalitas di Makassar Cerminkan Kesenjangan Sosial yang Masih Menganga
Sentra Media - Berita-online.com — Ketua SEMMI Cabang Makassar, Fahrul Ramadan H.J., menyoroti maraknya aksi begal, perampokan, dan berbagai tindak kriminal yang belakangan semakin meresahkan masyarakat Kota Makassar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm serius atas belum optimalnya kinerja Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi persoalan ekonomi dan kesenjangan sosial di tengah masyarakat.(Makassar,03/06/26)
“Maraknya kriminalitas hari ini tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan keamanan semata. Ini adalah sinyal bahwa masih banyak persoalan sosial dan ekonomi yang belum mampu diselesaikan secara tuntas oleh pemerintah daerah,” ujar Fahrul.
Menurutnya, tingginya angka kriminalitas tidak lahir begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan, tekanan ekonomi, dan ketimpangan kesejahteraan yang terus terjadi.
SEMMI Cabang Makassar menilai berbagai program pembangunan yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Makassar belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat bawah. Pertumbuhan pembangunan yang terlihat secara fisik belum sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Data menunjukkan bahwa Kota Makassar masih menghadapi tingkat kemiskinan sebesar 8,47 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,85 persen, serta Gini Ratio 0,375. Angka-angka ini menjadi indikator bahwa masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan pemerintah kota dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Fahrul.
Ia menilai Pemerintah Kota Makassar perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pembinaan generasi muda yang rentan terjerumus dalam tindakan kriminal.
“Kami melihat upaya penanganan kriminalitas masih terlalu berfokus pada langkah penindakan. Padahal pemerintah harus hadir lebih kuat dalam membangun kesejahteraan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan menciptakan harapan bagi generasi muda agar tidak mudah terjebak dalam tindakan yang melanggar hukum,” lanjutnya.
SEMMI Cabang Makassar mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk tidak sekadar berbangga dengan capaian pembangunan fisik, tetapi juga memastikan bahwa hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil. Pemerintah harus lebih serius menghadirkan kebijakan yang mampu menekan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, serta memperkecil kesenjangan sosial yang masih terjadi.
Meski demikian, Fahrul menegaskan bahwa SEMMI tidak membenarkan segala bentuk tindakan kriminal. Pelaku kejahatan tetap harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, pemerintah juga tidak boleh menutup mata terhadap akar persoalan yang menjadi pemicu meningkatnya angka kriminalitas.
“Keamanan kota tidak hanya diukur dari banyaknya operasi penertiban atau aparat yang berjaga di jalan. Keamanan yang sesungguhnya lahir ketika masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan yang layak, serta merasakan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Jika persoalan kesenjangan dan ekonomi tidak diselesaikan, maka kriminalitas akan terus menjadi ancaman yang berulang,” tutup Fahrul.
Sampai berita ini terbit belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.




