Tingginya Pengangguran Dorong Pekerja Nepal Cari Peluang di Luar Negeri
Keterbatasan lapangan kerja di Nepal mendorong gelombang migrasi tenaga kerja ke luar negeri semakin besar.
Di Kathmandu, puluhan warga terlihat mengantre untuk mengikuti pelatihan kerja di sebuah agen perekrutan. Mereka berupaya mencari peluang hidup yang lebih baik di negara lain. Fenomena ini muncul di tengah dinamika politik Nepal, menjelang pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada awal Maret.
Partai-partai politik utama menjanjikan penekanan arus keluar tenaga kerja dengan menciptakan lapangan kerja domestik. Janji ini menyusul gelombang protes besar yang dipicu oleh tingginya angka pengangguran dan praktik korupsi.
Mayoritas dari mereka merupakan generasi muda yang terdampak minimnya kesempatan kerja serta kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.
Di pusat pelatihan Motherland Overseas, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan dasar, pelatihan bahasa, hingga simulasi wawancara kerja sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Meskipun demikian, bekerja di luar negeri masih dianggap sebagai solusi paling realistis bagi banyak warga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Setiap hari, antrean pelamar terus bertambah, mencerminkan besarnya tekanan ekonomi sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik di negeri orang.




