Tingkat Kriminalitas di Pontianak Meningkat, Satarudin Soroti Masalah Sosial dan Pengangguran
Sumber Foto: pontianakpost.jawapos.com
Sosial

Tingkat Kriminalitas di Pontianak Meningkat, Satarudin Soroti Masalah Sosial dan Pengangguran

PONTIANAK - Tingkat kriminalitas di Kota Pontianak kembali menguat. Menurut Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, pemicu persoalan kiriminalitas erat kaitannya dengan persoalan sosial seperti sulitnya mencari pekerjaan berkorelasilah dengan angka pengangguran yang meningkat.

“Saya lihat akhir-akhir ini tingkat kriminalitas di Kota Pontianak cukup tinggi. Aksi jukir bak premanisme sampai jambret yang dilakukan oleh oknum merupakan persoalan sosial yang kita hadapi saat ini,” ujar Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin kepada Pontianak Post, Selasa (23/4).

Menurut Satar, persoalan sosial ditataran masyarakat mesti disikapi dengan serius. Jika kejadian kriminalitas di tataran bawah kerap berulang artinya terdapat persoalan serius.

Iapun akan meminta Komisi IV untuk memanggil beberapa OPD terkait persoalan sosial yang cukup meresahkan masyarakat Pontianak.

Satar ingin melihat seberapa tinggi pertumbuhan lapangan pekerjaan di Kota Pontianak.

Sebab jika serapan tenaga kerja di kota ini lemah, bakal berdampak pada tingginya angka pengangguran.

“Jika susah cari kerja maka pengangguran meningkat. Jika sudah nganggur tak ada pemasukan,” ungkapnya.

Kalau sudah begitu, sebagian masyarakat nekad. Salah satunya bisa saja berbuat kriminalitas. Fenomena ini menurut Satar juga terjadi di kota-kota besar.

Beban biaya hidup tinggi, namun tak berbarengan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Kalau sudah bicara soal perut, dapur mesti ngepul, apapun akan dilakukan masyarakat,” terangnya.

Perlu sinergi dari banyak pihak. Bagaimana jukir bisa terakomodir. Jika lapangan pekerjaan ada dirasa dia tidak bakal kejadian seperti yang sudah-sudah.