Tobat Pedagogi: Mengurai Benang Kusut Pendidikan di Indonesia
Nasional

Tobat Pedagogi: Mengurai Benang Kusut Pendidikan di Indonesia

Sentra Media - Isu pendidikan di Indonesia menjadi sorotan utama di ruang publik, terutama dalam konteks kebijakan pemerintah yang terus berganti. Buku berjudul Tobat Pedagogi: Saat Banyak Orang Ngomong Pendidikan karya Alfian Bahri hadir untuk mengajak pembaca memahami kompleksitas pendidikan saat ini.

Awal Kejadian

Alfian Bahri, seorang guru dan aktivis pendidikan dari Surabaya, menyoroti inkonsistensi dalam orientasi pendidikan di Indonesia sepanjang sejarah. Mulai dari era Ki Hajar Dewantara yang menekankan semangat kebangsaan hingga masa Orde Baru yang lebih menekankan kedisiplinan, perubahan arah pendidikan terus berlangsung tanpa konsistensi.

Perkembangan

Setelah masa reformasi, perubahan kurikulum semakin sering terjadi. Dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berorientasi pada individu, ke Kurikulum 2013 yang lebih fokus pada karakter, hingga Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran menyenangkan. Meskipun demikian, perubahan ini sering kali tidak disertai evaluasi yang memadai, sehingga hasil pendidikan justru menunjukkan penurunan kualitas, seperti yang ditunjukkan dalam hasil Program for International Student Assessment (PISA).

Kondisi Terakhir

Alfian menggarisbawahi bahwa masalah pendidikan bukan hanya terletak pada cara mengajar atau buku ajar, tetapi juga pada kondisi nonhuman seperti gaji guru dan sarana prasarana yang belum memadai. Dia menekankan bahwa pemerintah perlu memenuhi atribut nonhuman tersebut terlebih dahulu sebelum membahas penerapan kurikulum atau kualitas guru. Meskipun Tobat Pedagogi mengungkap banyak masalah, buku ini juga diakui memiliki keterbatasan dalam menyajikan solusi konkret dan langkah-langkah menuju perubahan sistemik yang lebih baik.

You can share this post!