TPK New Makassar Ditargetkan Jadi Hub Utama Domestik Indonesia Timur dan Internasional
Sumber Foto: ANTARA News
Hub Berita

TPK New Makassar Ditargetkan Jadi Hub Utama Domestik Indonesia Timur dan Internasional

Makassar—Terminal Petikemas New Makassar (TPK New Makassar/TPKNM) ditargetkan menjadi pelabuhan hub utama untuk layanan domestik di kawasan Indonesia Timur sekaligus hub internasional.

Kepala TPKNM Teguh Firdaus mengatakan Makassar dinilai paling memungkinkan untuk menjadi pusat hub tersebut. “Makassar sebagai main hub port domestik Indonesia Timur dan internasional. Dari kondisi dan lainnya, memang preferably di Makassar,” ujarnya saat ditemui di Terminal 2 TPKNM, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Ia berharap wacana pemerintah terkait penguatan peran Makassar dapat terealisasi sehingga kegiatan ekspor dan impor di pelabuhan tersebut semakin baik. “Semoga apa yang diwacanakan pemerintah bisa terealisasi dan menjadikan kegiatan ekspor dan impor di sini bisa lebih baik lagi,” kata Teguh.

Rute dan peran Makassar sebagai hub internasional

Menurut Teguh, Pelabuhan Makassar sebagai hub internasional diharapkan dapat menghubungkan jalur pelayaran ke Laut China Selatan, Samudera Pasifik, serta Australia dan kawasan Oseania.

Komoditas ekspor potensial

Teguh menyebut wilayah sekitar TPKNM memiliki sejumlah komoditas yang berpotensi untuk didorong dalam kegiatan ekspor. Sepuluh komoditas yang disebutkan antara lain:

  • Rumput laut
  • Nikel
  • Ikan beku
  • Marmer
  • Biji kakao
  • Jagung
  • Kacang mede
  • Udang beku
  • Telur ikan terbang
  • Kelapa

Ia menambahkan ekspor dari Sulawesi Selatan juga dapat ditingkatkan melalui industri lain yang dinilai potensial, seperti beras dari Kabupaten Pinrang dan Sidrap, jagung dari Kabupaten Gowa, serta nikel dari Morowali dan Banteng.

“Industri di sekitar Makassar harus tumbuh untuk mendukung kegiatan ekspor di Pelabuhan Makassar,” ujar Teguh.

Kinerja ekspor-impor dan pengembangan terminal

Data tahun 2024 mencatat aktivitas ekspor-impor dari dan ke TPK New Makassar mencapai 743.321 twenty foot equivalent units (TEUs). Angka ini meningkat dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 717.883 TEUs.

Pengembangan TPKNM atau Makassar New Port dilakukan dalam tiga fase yang tertuang dalam rencana utama (masterplan), dengan mempertimbangkan target kapasitas dan potensi lalu lintas peti kemas. Saat ini, pengembangan tahap 1A, 1B, dan 1C telah rampung, dengan kapasitas total 2,5 juta TEUs untuk keseluruhan Tahap I. Kapasitas ini lebih tinggi dibanding Terminal 1 (TPM) yang memiliki kapasitas 700 ribu TEUs per tahun.

Ke depan, terminal ini juga direncanakan ditunjang konektivitas darat melalui jalan tol yang lebih terintegrasi dan terhubung dengan ruas tol yang sudah ada.

TPK New Makassar merupakan salah satu lingkup usaha terminal peti kemas di bawah Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).