Ukraina Serang Pabrik Gas dan Pusat Komunikasi Militer Rusia
Pusat Utama

Ukraina Serang Pabrik Gas dan Pusat Komunikasi Militer Rusia

Sentra Media - KYIV, KOMPAS.TV - Pasukan Ukraina menyerang pabrik pengolahan gas alam utama dan dua pusat komunikasi satelit utama Rusia, kata Staf Umum Ukraina, Rabu (24/6/2026).

Operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye udara Ukraina yang menargetkan fasilitas-fasilitas energi dan industri militer yang makin meningkat seiring dengan pembuatan senjata jarak jauh yang lebih besar dan lebih baik untuk menangkis serangan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, sebagai balasan, Moskow telah memerintahkan pemindahan beberapa sistem pertahanan udara dari wilayah Rusia ke ibu kota dan ke Jembatan Kerch di Krimea, yang menjadi penghubung penting untuk memasok pasukan Rusia.

Jembatan tersebut menghubungkan Semenanjung Krimea dengan daratan Rusia.

“Penting agar sebanyak mungkin warga Rusia memahami bahwa penolakan kepemimpinan Rusia terhadap diplomasilah yang memperpanjang perang,” kata Zelenskyy di media sosial X.

Ukraina mengatakan pabrik gas yang diserang itu termasuk yang terbesar di dunia.

Lewat pernyataan di aplikasi pesan Telegram, Staf Umum Ukraina mengatakan serangan semalam menghantam Pabrik Pengolahan Gas Orenburg, yang merupakan bagian dari kompleks yang juga menampung satu-satunya pabrik helium di Rusia.

Serangan itu disebut membakar kompleks tersebut.

Menurut pihak Ukraina, pabrik tersebut memproduksi helium, yang digunakan dalam mesin roket berbahan bakar cair dan sistem navigasi, dan etana, komponen kunci dalam produksi bahan bakar roket padat dan bubuk mesiu.

Serangan tersebut juga disebut menghantam dua pusat komunikasi satelit yang digunakan oleh militer Rusia.

Salah satunya adalah Pusat Komunikasi Antariksa Dubna di dekat Moskow, yang digambarkan sebagai kompleks komunikasi satelit berbasis darat terbesar di Rusia. Satu lagi berada di wilayah Vladimir di timur ibu kota Rusia.

The Associated Press mengatakan tidak dapat memverifikasi klaim Ukraina tersebut. Para pejabat Rusia juga belum memberikan komentar atas pernyataan Staf Umum Ukraina itu.

Ukraina tidak menyebutkan apakah pihaknya menggunakan drone atau rudal dalam serangan tersebut, tetapi drone baru-baru ini telah digunakan untuk menyerang Moskow dan St. Petersburg.

Ukraina Terus Serang Krimea

Ukraina baru-baru ini memfokuskan serangan drone dan rudalnya ke Krimea, bertujuan untuk memutus jalur pasokan ke wilayah vital yang dikuasai Rusia tersebut.

Mikhail Razvozhayev, gubernur kota yang ditunjuk Moskow, pada Rabu mengatakan serangan drone semalam melumpuhkan aliran listrik di Sevastopol.

Krimea, yang secara ilegal dianeksasi Rusia pada 2014, terletak di lokasi strategis di Laut Hitam. Krimea memiliki pangkalan angkatan laut dan juga menyediakan jalur pasokan penting bagi pasukan Rusia di dalam Ukraina.

Zelenskyy mengatakan Ukraina baru-baru ini menghancurkan lebih dari 60.000 ton amunisi Rusia ketika menghantam gudang senjata Armada Baltik di dekat St. Petersburg.

Ukraina berupaya mengganggu jalur pasokan militer di Krimea dan menyerang jaringan listrik semenanjung tersebut di puncak musim wisata saat musim panas.

Menurut analis Barat, Kyiv berharap serangan ini akan mempermalukan Presiden Rusia Vladimir Putin dan meningkatkan tekanan publik kepadanya untuk mengakhiri perang.

Dinas Keamanan Ukraina mengatakan pada Rabu, mereka menyerang dua lapangan terbang militer dan menghancurkan sistem rudal di Krimea.

Pasukan Rusia menembak jatuh 323 drone Ukraina semalam, kata Kementerian Pertahanan Rusia, Rabu.

Gubernur regional Gleb Nikitin mengatakan dua orang tewas dan dua lainnya terluka semalam dalam serangan drone Ukraina di wilayah Nizhny Novgorod, Rusia, di timur Moskow.

Selain itu, serangan pesawat tak berawak Ukraina menewaskan satu orang semalam di Belgorod, Rusia yang berbatasan dengan Ukraina, menurut pejabat setempat.

Sementara angkatan udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 101 pesawat serang tak berawak jarak jauh semalam.

Oleh Syniehubov, kepala administrasi militer regional Kharkiv, mengatakan pesawat-pesawat tak berawak Rusia menyerang kota Balakliia di timur laut Ukraina, menewaskan seorang perempuan berusia 56 tahun.

Sedangkan seorang pria berusia 57 tahun dilaporkan tewas akibat serangan udara Rusia yang menghantam pinggiran Sumy, menurut Oleh Hryhorov, kepala administrasi militer setempat.

You can share this post!