UNP Luncurkan Program Migrasi untuk Siapkan Lulusan Kerja Global
Sumber Foto: Ganto.co
Internasional

UNP Luncurkan Program Migrasi untuk Siapkan Lulusan Kerja Global

Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar wisuda periode ke-139 pada 28-29 Juni 2025. Sebanyak 2.200 wisudawan dilantik, dengan 1.060 lulusan mengikuti pelantikan pada hari pertama di Gedung Auditorium UNP, Sabtu (28/06/25).

Wisuda UNP pada periode ke-139 menghadirkan pemateri, yaitu Dwi Setiawan Susanto selaku Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dalam orasinya, Dwi Setiawan menekankan pentingnya strategi promosi kerja global bagi lulusan perguruan tinggi, serta kolaborasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan UNP dalam mendirikan UNP Migrant Center sebagai upaya menyiapkan lulusan bekerja secara kompeten dan terlindungi di luar negeri.

"Saat ini kami menyiapkan satu MoU yang strategis dengan UNP, yaitu mulai menginisiasi Migrant Center di UNP. Fasilitas ini menyediakan pelatihan dan informasi yang terintegrasi, baik dalam hal kompetensi, sertifikasi, pelatihan bahasa, maupun bimbingan migrasi," ujarnya.

Ia menambahkan, peluang kerja luar negeri di berbagai sektor terbuka luas, terutama di negara dengan aging population.

"Banyak negara di dunia mengalami aging population dengan rata-rata usia penduduk mencapai 70 hingga 80 tahun, sehingga kekurangan angkatan kerja produktif. Kondisi ini membuka peluang kerja bagi tenaga asing, termasuk dari Indonesia," tambahnya.

Dwi juga menyampaikan bahwa untuk mendukung migrasi yang aman, para calon migran perlu dibekali kemampuan berbahasa asing, sertifikasi, keterampilan, dan pemahaman budaya negara tujuan.

"Dengan melakukan up skilling dalam uji kompetensi, dan dalam bahasa, saya yakin para wisudawan zaman sekarang dapat dengan mudah belajar memahami bahasa melalui beberapa media, aplikasi, atau komunitas, karena kemampuan berbahasa adalah skill penentu," tekannya.

Terakhir, Dwi menyampaikan harapannya kepada para lulusan supaya tidak hanya bekerja di Asia saja, tetapi juga ke berbagai negara lainnya serta menjadi penggerak ekonomi migran dan agen perubahan sosial.

"Para wisudawan diharapkan dapat bekerja di negara-negara potensial seperti Eropa dan Amerika yang memiliki perlindungan hukum yang baik dan menghargai keterampilan serta kompetensi para migran," tutupnya.