Unpad dan Universitas Lain Luncurkan Program Studi Dokter Spesialis untuk Penguatan SDM Kesehatan
Sumber Foto: unpad.ac.id
Nasional

Unpad dan Universitas Lain Luncurkan Program Studi Dokter Spesialis untuk Penguatan SDM Kesehatan

Sentra Media - [Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan kedokteran yang unggul di Jawa Barat, Universitas Padjadjaran bersama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), dan Universitas Kristen Maranatha meluncurkan kolaborasi strategis percepatan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (Sp1) dan Subspesialis (Sp2) pada acara Peluncuran Pembukaan Program Studi Spesialis dan Subspesialis yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu, 18 Februari 2026.

“Peluncuran Prodi Spesialis dan Subspesialis pada hari ini tentu saja menjadi tonggak penting penguatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA) di wilayah Jawa Barat. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya atas komitmen kolaboratif ini. Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat tunjukkan pendidikan dan layanan kesehatan. Semoga dengan sinergi yang kuat, SKA Jawa Barat nantinya dapat menjadi model praktik baik di tingkat nasional,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., yang hadir mewakili Menteri Diktisaintek.

Lebih lanjut, Prof. Khairul menyampaikan bahwa akselerasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ini harus berpegang pada berbagai prinsip, seperti penjaminan mutu yang ketat, kepatuhan terhadap regulasi, dan keterlibatan berbagai stakeholder, sehingga bisa dilakukan evaluasi secara berkala agar ekspansi akses tidak mengorbankan kualitas. Dalam hal ini, Prof. Khairul berharap Pemda Jabar dapat terus memberikan dukungan, seperti beasiswa ataupun insentif pendidikan bagi para peserta didik yang akan ditempatkan di daerah.

“Yang tidak kalah penting adalah kami juga menegaskan pentingnya komitmen bahwa mahasiswa PPDS yang dididik melalui prodi baru ini nantinya akan kembali mengabdi di daerah asalnya dengan jaminan keselamatan dan kesejahteraan dalam lingkungan pendidikan yang bebas kekerasan. Sistem kesejahteraan akademik sejatinya bukan hanya sekedar konsep, tetapi adalah gerakan kolaboratif antara perguruan tinggi, rumah sakit, pemerintah daerah, dan juga masyarakat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas,” jelas Prof. Khairul.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., menyampaikan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari agenda strategis penguatan SDM nasional, sekaligus bagian dari transformasi nasional dalam penguatan SDM kesehatan dengan perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah yang bergerak dalam satu arah kebijakan untuk memastikan kesediaan dokter spesialis yang bermutu dan merata bagi seluruh warga negara Indonesia.

Rektor Unpad menyampaikan bahwa program ini merupakan satu ekosistem dari pendidikan spesialis di Jawa Barat dan kolaborasi strategis antara PTN dan PTS untuk memberikan kontribusi yang setara dalam pembangunan nasional dengan model kolaborasi. Dalam hal ini, program percepatan mengedepankan prinsip kolaborasi resource sharing, academic core development, quality assurance, serta supervisi akademik yang terintegrasi di antara program studi sejenis.

“Kami berkomitmen akan menjaga standar nasional pendidikan tinggi, menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, mengembangkan sistem penyimpanan mutu terpadu, serta membangun budaya kolaborasi jangka panjang. Ini adalah bentuk nyata kontribusi institusi pendidikan dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis sebagai upaya penguatan pelayanan spesialis di tingkat nasional. Percepatan pendidikan ini tentu akan mempercepat lahirnya dokter spesialis yang bermutu demi kesehatan rakyat dan ketahanan bangsa,” jelas Rektor Unpad.

Terkait program ini, akan dibuka 8 program studi baru, terdiri dari 4 prodi Sp1 dan 4 prodi Sp2. Unpad akan membuka lima prodi baru, yaitu Sp1 Gizi Klinik, Sp2 Patologi Klinik, Sp2 Ilmu Kesehatan Mata, Sp2 Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), serta Sp2 Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Unisba dan Maranatha akan membuka Sp1 Obstetri & Ginekologi, sedangkan Unjani membuka prodi Sp1 Anestesiologi & Terapi Intensif.

Pada kesempatan ini, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi yang mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI (Purn.) Mochamad Reza Utam, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si., Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., serta Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D.* (R02)