Upaya Kemenperin dan HIMKI Tingkatkan Posisi Indonesia sebagai Hub Manufaktur Furnitur Global
Sentra Media - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) berupaya meningkatkan posisi Indonesia sebagai hub manufaktur furnitur global. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi ekspor serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di sektor industri furnitur.
Awal Kejadian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa industri furnitur memiliki peran penting dalam hilirisasi kayu, menciptakan nilai tambah, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Sektor ini mempekerjakan ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung dengan pasar global yang diperkirakan bernilai lebih dari US$ 736,21 miliar.
Perkembangan
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengemukakan bahwa industri furnitur merupakan sektor strategis yang menjadi pilar hilirisasi berbasis sumber daya alam. Kemenperin berkomitmen untuk mengubah industri furnitur agar tidak hanya berfungsi sebagai produsen, tetapi juga sebagai pusat manufaktur global yang berfokus pada desain dan keberlanjutan. Namun, sektor ini menghadapi tantangan berupa penurunan ekspor dan kenaikan impor, serta hambatan dari geopolitik dan regulasi lingkungan global.
Pemerintah optimis dapat memperkuat struktur industri melalui modernisasi mesin dan peningkatan daya saing. Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Pengolahan Kayu telah memfasilitasi 35 perusahaan dengan total nilai reimburse mencapai Rp 26,1 Miliar, yang berdampak pada efisiensi proses, peningkatan mutu produk, dan lonjakan produktivitas.
Kondisi Terakhir
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, mengapresiasi kolaborasi dengan Kemenperin dalam menjaga ketersediaan bahan baku dan teknologi. Salah satu langkah strategis adalah penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, yang bertujuan memperkuat industri dan memperluas pasar furnitur nasional. IFEX, yang dijadwalkan pada 5-8 Maret 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, diharapkan menjadi platform untuk menghubungkan produsen furnitur Indonesia dengan pembeli internasional. HIMKI percaya bahwa partisipasi dalam pameran internasional dapat meningkatkan ekspor, mengingat potensi besar Indonesia dalam industri furnitur, desain, dan keberlanjutan.




