Upaya Memulihkan Jalur Migrasi Satwa di Namibia Selatan
©Rolex /James Kydd
Sekawanan oryx liar berlari melintasi gurun. Wilayah Namibia selatan ini pernah menjadi rumah bagi migrasi darat terbesar di planet ini. Kawanan springbok dalam jumlah besar, hingga sepuluh juta ekor, pernah menjelajahi kawasan ini dari Kalahari mengikuti datangnya hujan. Namun, dalam satu abad terakhir, jumlah satwa liar di Namibia selatan anjlok hingga sembilan puluh persen.
Nationalgeographic.co.id - Hamparan gurun di Namibia, negara yang terletak di kawasan Afrika selatan, tampak sunyi.
Lanskap kering di sepanjang Sungai Orange itu nyaris tidak memperlihatkan tanda-tanda kehidupan liar dalam skala besar.
Namun, di balik kesunyian tersebut, tersimpan sejarah alam yang besar. Wilayah ini pernah menjadi rumah bagi migrasi darat terbesar yang pernah tercatat di Bumi.
Jauh sebelum dunia mengenal migrasi besar wildebeest di Afrika Timur, jutaan springbok, yakni antelop khas Afrika selatan, pernah bergerak melintasi wilayah selatan Namibia.
Satwa-satwa ini bermigrasi mengikuti datangnya hujan dari kawasan Kalahari. Pergerakan massal tersebut dikenal sebagai trekbokken, dengan jumlah kawanan yang diperkirakan mencapai hingga 10 juta ekor.
Migrasi ini tercatat sebagai salah satu pergerakan satwa darat terbesar dalam sejarah alam, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan tersebut.
Pergerakan kawanan satwa membantu menyuburkan tanah, menyebarkan benih, serta menjaga dinamika vegetasi di wilayah gurun Karoo yang kering.
Baca Juga: Misteri Kebakaran Perpustakaan Kuno Alexandria, Apa Penyebab Sebenarnya?
Namun, keseimbangan tersebut runtuh dalam kurun waktu satu abad terakhir. Populasi satwa liar di Namibia selatan menurun hingga sekitar 90 persen.
Kawasan ini mengalami lebih banyak kepunahan massal dibanding wilayah lain di Afrika sub-Sahara. Gajah, kuda nil, singa, dan hyena menghilang dari lanskap.
Pada saat yang sama, lahan pertanian komersial semakin mendominasi, sementara pagar-pagar membelah wilayah yang sebelumnya terbuka.
Fragmentasi inilah yang memutus jalur migrasi alami. Migrasi besar-besaran springbok pun lenyap dan hanya menyisakan kawanan yang berjumlah beberapa ratus ekor.
Halaman:
1 2 3...
Tag:
Gurun Rolex Perpetual Planet Initiative
Mutakhir
Populer




