Usulan Penambahan Rute Transjakarta ke Sentra Primer Barat Kembangan oleh Pemkot Jakarta Barat
Sumber Foto: Liputan6.com
Sentra Liputan

Usulan Penambahan Rute Transjakarta ke Sentra Primer Barat Kembangan oleh Pemkot Jakarta Barat

Pemerintah Kota Jakarta Barat mengajukan usulan kepada PT Transjakarta untuk menambah rute baru yang mengarah ke kawasan Sentra Primer Barat Kembangan. Usulan ini disampaikan sebagai respons terhadap minimnya akses transportasi umum yang langsung melintasi daerah perkantoran, termasuk kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Kendala Akses Transportasi Umum

Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin Ibrahim, mengungkapkan bahwa saat ini pegawai dan masyarakat di kawasan tersebut menghadapi kesulitan dalam mengakses transportasi umum. Ia menekankan bahwa setiap Rabu, aparatur sipil negara (ASN) diharuskan menggunakan transportasi umum, namun mereka sering kali menemui kendala.

“Kami kerap mengalami kesulitan untuk mengakses transportasi umum,” kata Firmanudin. Ia memberikan contoh mengenai trayek Transjakarta 1M Meruya–Blok M yang melewati kantor Wali Kota Jakarta Barat, yang memiliki waktu tunggu yang cukup lama. “Itu pun harus menunggu lama, bisa 1,5 jam,” tambahnya.

Selain itu, trayek 3E Cengkareng–Puri Mal juga dinilai belum memenuhi kebutuhan. Firmanudin menyoroti bahwa dari arah Meruya menuju kawasan Puri Kembangan belum terdapat rute Transjakarta yang langsung menghubungkan kedua lokasi tersebut. “Kalau ada trayek baru maka kawasan ini akan bertambah ramai, karena di sini banyak pusat perbelanjaan modern,” ujarnya.

Kesiapan PT Transjakarta untuk Menanggapi Usulan

Menanggapi usulan tersebut, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa pihaknya siap mempertimbangkan penambahan trayek baru. Ia menjelaskan bahwa pemantauan terhadap kebutuhan transportasi umum di wilayah tersebut terus dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan dari daerah setempat.

“Kami terbuka dengan kebutuhan trayek baru, titik bus stop atau pemberhentian halte, dan rerouting. Tentunya, karena izin trayek itu ada di Dinas Perhubungan, kami akan berkoordinasi dengan instansi tersebut,” ungkap Welfizon.

Ia juga menambahkan bahwa pengadaan armada bus akan disesuaikan dengan kebutuhan dan panjang trayek yang diusulkan. “Kami tetap terbuka untuk aspirasi masyarakat, dalam upaya mengoptimalkan layanan Transjakarta,” tutupnya.