UTB Dorong Kolaborasi Internasional dalam Forum Pendidikan Tinggi 2026
Sentra Media - Edu
UTB Perluas Kolaborasi Internasional dalam UK-East Asia ThinkTNE Forum 2026 untuk Dorong Transformasi Pendidikan Nasional
24 Februari 2026 15:06 Diperbarui: 24 Februari 2026 15:06 43 0 0
+
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Universitas Teknologi Bandung (UTB) turut berpartisipasi dalam UK--East Asia ThinkTNE Forum 2026 yang diselenggarakan oleh British Council pada 4 Februari 2026 di Universitas Prasetiya Mulya, Indonesia. Forum internasional ini menjadi platform strategis yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, pembuat kebijakan, serta praktisi pendidikan dari Inggris dan kawasan Asia Tenggara untuk membahas penguatan kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara, khususnya di bidang teknologi dan pengembangan kurikulum berstandar internasional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Dalam sambutannya, Menteri Brian menegaskan pentingnya kolaborasi internasional sebagai akselerator transformasi pendidikan tinggi nasional, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan inovasi berbasis teknologi.
Forum kemudian dilanjutkan dengan Opening Keynote mengenai ambisi, kontribusi, dan peran masa depan Inggris dalam pendidikan internasional yang disampaikan oleh Professor Sir Steve Smith, UK Government International Education Champion. Sesi ini mengulas visi strategis Inggris dalam pengembangan transnational education (TNE) serta komitmen terhadap kemitraan internasional yang berdampak di tengah dinamika global pendidikan tinggi.
Rangkaian keynote selanjutnya memperkaya perspektif forum melalui berbagai paparan dari pemangku kepentingan internasional yang membahas arah kebijakan, praktik, dan tantangan pengembangan pendidikan tinggi lintas negara. Setelah rangkaian sesi keynote tersebut, forum dilanjutkan dengan sesi refleksi (reflection) yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, Ph.D.
Dalam sesi refleksi tersebut, Prof. Stella menyoroti urgensi penguatan kurikulum pendidikan tinggi Indonesia, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), agar selaras dengan standar internasional. Ia juga merefleksikan kondisi pendidikan Indonesia pascapandemi, di mana pemulihan dan pertumbuhan sektor pendidikan masih tergolong lebih lambat dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN. Selain itu, tingkat keaktifan perguruan tinggi Indonesia dalam kolaborasi internasional dinilai masih relatif rendah, sehingga diperlukan strategi bersama untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi di tingkat global.
Pada sesi Plenary bertajuk "The Evolution and Future of TNE", Matt Durnin, Principal Nous Consulting, memaparkan analisis mengenai perkembangan pendidikan transnasional, tren global, perubahan ekspektasi mahasiswa, serta tantangan dan peluang yang dihadapi perguruan tinggi dalam menghadapi masa depan pendidikan global. Diskusi berlanjut melalui panel "TNE Partnerships -- The Good, The Bad and The Ugly" yang dipandu oleh Jazreel Goh, Director British Council Malaysia, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan dari berbagai institusi internasional untuk berbagi pengalaman nyata, praktik terbaik, serta tantangan dalam membangun dan mengelola kemitraan TNE multilateral.
Selain itu, forum juga menghadirkan sesi presentasi bergaya TED-style bertajuk "Successes and Learnings from TNE Partnerships" yang menampilkan perspektif beragam, mulai dari pimpinan perguruan tinggi internasional hingga alumni, mengenai dampak dan pembelajaran dari implementasi kerja sama pendidikan transnasional. Rangkaian kegiatan semakin diperdalam melalui sesi breakout discussion yang membahas strategi praktis membangun kemitraan TNE yang efektif, kepemimpinan dalam operasional TNE, tata kelola, penjaminan mutu, serta kapasitas kepemimpinan institusi dalam mengelola kerja sama internasional yang kompleks.
Dalam forum ini, British Council juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung mobilitas mahasiswa dan penguatan kolaborasi pendidikan melalui berbagai skema beasiswa, serta mendorong peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di kampus-kampus Inggris. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi internasional sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi berstandar global di Indonesia.
Pada kegiatan tersebut, Universitas Teknologi Bandung diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Humas, Kerja Sama, dan Alumni, Danny Aidil Rismayadi, S.Si., M.Kom. Kehadiran UTB menegaskan komitmen institusi dalam memperluas jejaring internasional serta berkontribusi aktif dalam penguatan kolaborasi pendidikan tinggi global, khususnya di bidang teknologi dan inovasi pembelajaran.
Partisipasi Universitas Teknologi Bandung dalam UK--East Asia ThinkTNE Forum 2026 menjadi momentum strategis untuk membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas, termasuk dalam pengembangan kurikulum teknologi berstandar internasional, peningkatan kualitas pendidikan STEM, serta penguatan kapasitas institusi. Melalui forum ini, UTB berupaya mengambil peran aktif dalam mendorong peningkatan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tengah dinamika global pascapandemi.
HALAMAN :
1
2
LIHAT SEMUA
Mohon tunggu...
Lihat Edu Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
KIRIM
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
TAG
utb
universitas teknologi bandung
humaniora
bahasa
edu
sustainability




