Wali Kota Surakarta Dukung Pelaksanaan School Creative Hub
Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program School Creative Hub yang diinisiasi oleh perusahaan jasa transportasi Gojek. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, Ardi menyatakan harapannya agar program ini tidak hanya berhenti di sini.
“Saya berharap School Creative Hub ini tidak berhenti di sini,” ungkapnya. Ia juga mendorong agar program tersebut dapat terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak sekolah di masa depan. Selain itu, Wali Kota Ardi berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang tahunan yang menyatukan ekosistem kreatif di kota Surakarta.
“Pemerintah Kota Surakarta siap mendukung karena inisiatif semacam ini sangat sejalan dengan misi kami menjadikan Solo sebagai Kota Budaya yang Inovatif dan Ramah Anak Muda,” tambahnya.
Inisiatif Gojek untuk Generasi Muda
Sementara itu, Gojek, yang merupakan bagian dari Grup GoTo, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui inisiatif School Creative Hub (SCH) 2025. Program kolaboratif ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan digitalisasi di kalangan pelajar SMP dan SMA.
Farid Isnawan, Strategic Regional Head Gojek untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung dari April hingga Juli 2025. SCH telah dilaksanakan secara serentak di sepuluh kota di Indonesia, termasuk Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, dan Cianjur.
Dalam program ini, Gojek menggandeng sejumlah mitra, antara lain Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dinas Pariwisata DIY, Lembaga Indonesia-Amerika (LIA), Paragon Corp, serta Chatime. Program ini berhasil melibatkan 23.000 siswa dari 285 sekolah melalui berbagai rangkaian kegiatan, seperti sesi mentoring, workshop edukatif, dan kompetisi antar pelajar.
Fokus pada Kompetisi Kreatif
“School Creative Hub bukan hanya ajang pengembangan kreativitas, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk memberikan dampak sosial nyata di lingkungan sekitarnya. Melalui kolaborasi lintas sektor, kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator masa depan,” ujar Farid.
Salah satu fokus utama dari SCH 2025 adalah Content Creative Competition yang mengangkat tema Turning Local Pride into Creative Stories. Dalam kompetisi ini, para siswa diajak untuk menampilkan keunikan lokal kota mereka melalui konten digital dengan tiga fokus utama: kuliner lokal, pariwisata lokal, dan gaya hidup nontunai (cashless).
Program ini berhasil menghasilkan lebih dari 1.600 konten digital yang diunggah di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, dengan total lebih dari 1 juta tayangan dan 12.000 likes. Capaian ini mencerminkan semangat siswa dalam berkreasi dan sekaligus menjadi sarana efektif dalam mempromosikan gaya hidup digital yang inklusif dan adaptif.




