Walikota New York Tegaskan Perlindungan Hak Pengemudi Ojol
Bicara tentang gaya pemerintah melindungi pekerja Ojol, Amerika Serikat punya gaya menarik dan jelas keberpihakannya. Zohran Mamdani yang baru terpilih menjadi Walikota New York membuat kebijakan baru bagi para aplikator Ojek Online (Ojol) di kotanya agar bertindak adil terhadap para pengemudi Ojolnya.
Zohran Mamdani, Walikota New York melakukan langkah atau kebijakan baru tentang ojek online di New York. Mamdani menegur keras Juan Pablo Salinas Salek, CEO MotoClick, satu perusahaan aplikator transportasi Ojol besar di Amerika Serikat.
Mamdani menilai Juan Pablo mengambil uang para pengemudi ojek online yang bekerja dengan MotoClick. Untuk melindungi kehidupan pengemudi Ojol inilah Walikota Zohran Mamdani atas nama kota New York bersama Komisioner Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja (DCWP) pada tanggal 15 Januari 2026 mengajukan gugatan melalui Pengadilan Tinggi Kota New York tentang terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan Upah Minimun Pengemudi Ojek Online (Ojol) di New York oleh para aplikator.
Walikota Zohran Mamdani bersama Komisioner Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja (DCWP) Sam Levine menegur aplikator pengiriman makanan Motoclick yang dianggap merugikan pekerja Ojolnya karena secara terang-terangan melanggar aturan upah minimum yang diatur dalam Undang-Undang Pekerja Pengiriman Kota.
Motoclick, yang mengoperasikan layanan pengiriman makanan untuk restoran, secara terang-terangan mengabaikan Upah Minimum dan mengambil secara langsung dari gaji pekerja, termasuk membebankan biaya $10 kepada pekerja untuk pesanan yang dibatalkan dan terkadang mengklaim bahwa pekerja berutang uang kepada perusahaan.
Pihak aplikator MotoClick didapatkan juga melakukan pemindahan pemberian uang tip dan akibatnya tip rata-rata turun menjadi hanya 76 sen diterima per pengiriman, dibandingkan dengan lebih dari $2 pada aplikasi yang tetap menampilkan opsi pemberian tip di awal. Kerugian para pengemudi tersebut mencapai sekitar $5.800 per pekerja setiap tahunnya.
DCWP memperkirakan bahwa Motoclick dan CEO-nya berutang jutaan dolar kepada pekerja dalam bentuk gaji yang diambil dari pendapatan para pekerja Ojol. Mamdani meminta agar aplikator membayarkan kembali uang yang mereka ambil dari para pengemudi Ojol, jika tidak dilaksanakan maka akan berupaya untuk menutup perusahaan tersebut.
DCWP juga merilis sebuah laporan yang mengungkap bagaimana perubahan desain oleh Uber Eats dan DoorDash menyebabkan para pekerja pengiriman kehilangan lebih dari $550 juta dalam bentuk tip.Sekitar sebulan lalu, juga Mamdani membuat kebijakan baru tentang tata kelola Upah Minimun yang harus diberikan perusahaan aplikasi dalam membayar gaji tetap pengemudi.
Perusahaan aplikasi harus memberikan upah minimal 21 dolar untuk satu jam kerja. Mamdani menegaskan bahwa kebijakan upah minimum ini harus berlaku dan dijalankan mulai 26 Januari 2026. Coba kita menghitung kebijakan upah minimum yang ditetapkan oleh Mamdani dalam rupiah, Rp 16.500/dolar dikalikan 21 dolar Amerika menjadi Rp 350.000 per jamnya.
Jika para pengemudi Ojol di New York bekerja delapan jam sehari maka mendapatkan gajinya Rp 2,5 juta per hari.Terkait perlindungan bagi pengemudi Ojol secara menyeluruh pihak DCWP juga mengirimkan pemberitahuan kepada perusahaan aplikasi pengiriman lainnya seperti Instacart, DoorDash, Grubhub, dan Uber.
Pihak DCWP memperingatkan mereka untuk mematuhi aturan upah minimum yang diatur oleh Undang-Undang Pekerja Pengiriman baru yang mulai berlaku pada 26 Januari 2026. DCWP akan menindak perusahaan aplikasi yang melakukan praktik eksploitatif dan meminta pertanggungjawaban perusahaan yang merugikan warga New York yang bekerja keras sebagai pengemudi Ojol.
Kebijakan melindungi pengemudi Ojol ini adalah model atau gaya keberpihakan yang dilakukan pemerintah di Amerika Serikat dan kota New York untuk melindungi warga negaranya agar dapat bekerja sebagai pengemudi Ojol dengan aman dan nyaman.




