Warga Kobi Blokade Jalan Tuntut Solar Subsidi, Bupati Malteng Berupaya Mediasi dengan Pertamina
Sumber Foto: Liputan Malteng
Sentra Liputan

Warga Kobi Blokade Jalan Tuntut Solar Subsidi, Bupati Malteng Berupaya Mediasi dengan Pertamina

Warga di Seram Utara Timur Kobi dan Seti, Kabupaten Maluku Tengah, melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes terhadap kekosongan stok solar subsidi yang telah berlangsung selama tiga tahun. Aksi ini terjadi pada hari Senin lalu dan melibatkan puluhan dump truck yang diparkir melintang di jalur lintas Maluku Tengah – Seram Bagian Timur (SBT), sehingga mengakibatkan lumpuhnya total arus transportasi.

Protes ini ditujukan kepada PT Pertamina dan Pemerintah Daerah yang dianggap mengabaikan krisis energi di wilayah tersebut. Kekurangan solar subsidi memaksa masyarakat untuk beralih menggunakan Dexlite, yang harganya jauh lebih mahal. Saat ini, harga Dexlite mencapai Rp24.150 per liter, mengalami kenaikan hampir 100 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Masyarakat sudah tidak sanggup lagi. Tiga tahun kami menunggu kepastian solar subsidi, tapi tidak pernah ada. Menggunakan Dexlite membuat biaya operasional membengkak hampir dua kali lipat. Ini sangat mencekik,” ungkap Safii Boeng, salah seorang warga.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menanggapi situasi ini dengan cepat. Saat berbicara kepada media di Masohi pada Selasa, 21 April 2026, ia menyatakan bahwa ia telah menghubungi pihak Pertamina untuk membahas masalah ini. “Beta (saya) sudah telepon pihak Pertamina untuk dibicarakan. Saat ini Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah sedang berkoordinasi intensif di lapangan,” kata Bupati Zulkarnain.

Menurut Bupati, masalah utama yang dihadapi selama ini adalah terkait mekanisme administratif dan sinkronisasi data stok. “Memang ada aturan-aturan yang harus dipenuhi atau diusulkan. Karena stok itu harus (disepakati) bareng antara Pemerintah Daerah dan Pertamina,” tambahnya.

Krisis bahan bakar ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mengancam produktivitas pertanian di wilayah Kobi, yang merupakan salah satu sentra produksi pangan di Maluku Tengah. “Keluhan ini bukan hanya dari masyarakat umum, tapi dari petani juga. Karena di sana sentra produksi pangan, saya push (dorong) betul. Bukan hanya Pertamina, tapi kami di internal pemerintah juga akan kami dorong lebih kuat,” ujar Zulkarnain.

Bupati berharap koordinasi yang sedang dilakukan dapat segera membuahkan hasil untuk membuka kembali blokade jalan dan mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat ke jalur normal. “Sudah langsung direspon dan ditanggapi cepat oleh Pertamina. Mudah-mudahan jangan lama-lama, kasihan rakyat kita di sana,” pungkasnya.