Sentra Media - BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Kawasan Banjar Water Park (BWP), yang seharusnya menjadi primadona rekreasi keluarga dan pusat olahraga bagi warga Kota Banjar, kini bertransformasi menjadi potret kelam ruang publik. Di balik rimbunnya area yang kini kurang terawat tersebut, ditemukan berserakan sampah kondom bekas dan botol minuman keras (miras).
Temuan ini memicu dugaan kuat bahwa area BWP telah beralih fungsi menjadi lokasi aktivitas negatif, termasuk prostitusi terselubung dan pesta miras pada malam hari.
Manan, salah seorang warga yang rutin memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga, mengaku terperanjat dengan pemandangan yang ditemuinya pada Jumat (27/2/2026) pagi.
"Saya lagi olahraga tadi, eh lihat botol miras sama kondom berserakan di sini. Dulu suasananya nyaman untuk aktivitas fisik, tapi sekarang berubah drastis: kotor, penuh sampah, dan kehilangan fungsinya sebagai ruang publik," ujar Manan dengan nada kecewa.
Kondisi ini memancing reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya Sapma Pemuda Pancasila (PP) Kota Banjar. Ketua Sapma PP Kota Banjar, Irwan Herwanto, menyebut temuan ini sebagai tamparan memalukan bagi pemerintah daerah.
Ironisnya, Kota Banjar baru saja merayakan keberhasilan meraih penghargaan sebagai Kota Bersih Tingkat Nasional tahun 2025.
"Bagaimana mungkin pemerintah membanggakan penghargaan kota bersih, sementara di rumah sendiri disuguhi pemandangan menjijikkan berupa sampah kondom dan botol miras? Ini bukan sekadar sampah biasa, ini adalah sampah moral," tegas Irwan.
"Bersih secara administratif tidak ada gunanya jika secara sosiologis area publik tidak aman dan tidak nyaman bagi warga. Jangan hanya memoles citra di atas kertas," sindirnya.
Menutup pernyataannya, Irwan mendesak pemerintah untuk segera melakukan tindakan nyata, bukan hanya sekadar pembersihan fisik.
"Bersihkan juga Kota Banjar dari sampah moral, atau kembalikan saja penghargaan kota bersih itu. Faktanya, kita belum bersih dari hal-hal mendasar yang merusak tatanan sosial," pungkasnya.