Hub Equestrian Championship Resmi Buka Kalender PORDASI 2026
JAKARTA – Hub Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan minat dan prestasi dalam olahraga berkuda melalui penyelenggaraan Hub Equestrian Championship (HEC) yang akan berlangsung dari 4 hingga 8 Februari 2026. Kejuaraan ini menjadi salah satu event pembuka dalam Kalender Event Resmi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) 2026, dan akan digelar di Hub Indonesia, yang terletak di Jalan Alternatif Cibubur.
Event Director HEC, Jupri Mardi, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan sesi pertama dari kompetisi berkuda yang diselenggarakan di tahun 2026. Ia menekankan bahwa Hub Indonesia telah secara konsisten mengadakan berbagai event berkuda dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Hub Indonesia telah sukses menyelenggarakan sejumlah kompetisi, termasuk Merdeka Master, Ramadhan Cup, Kartini Cup, Jabar Classic, dan Hub Weekend Competition. Rangkaian event tersebut menjadi platform penting bagi atlet berkuda nasional untuk menunjukkan kemampuan dan kemajuan mereka.
Merdeka Master 2025 mencatatkan sejarah baru dalam dunia equestrian Indonesia dengan partisipasi hampir 1.800 pendaftar dan 385 ekor kuda yang ikut serta.
Pada HEC kali ini, sejumlah atlet berprestasi juga akan berpartisipasi, di antaranya Audirania Amanda Putri, yang berhasil meraih medali perak pada SEA Games 2025 di Thailand. Jupri menyatakan bahwa HEC dirancang sebagai event berkelanjutan untuk mendukung pembinaan atlet berkuda dari berbagai jenjang usia.
“Kami juga menyediakan kategori untuk atlet muda, di mana mereka perlu mendapatkan wadah untuk berkembang,” ungkap Jupri.
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi salah satu tahun dengan kalender kompetisi equestrian terpadat dalam sejarah Indonesia, seiring dengan pesatnya perkembangan olahraga berkuda dalam beberapa tahun terakhir. Jupri menyatakan kepuasannya melihat tingginya antusiasme klub-klub berkuda untuk berpartisipasi dalam HEC, dengan sekitar 50 klub yang tercatat ikut serta.
“Alhamdulillah, saat ini perkembangan berkuda di Indonesia sangat pesat. Klub-klub baru bermunculan hampir setiap bulan,” tambahnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari jumlah pendaftaran, dengan lebih dari 310 ekor kuda yang terdaftar dan total entry mencapai sekitar 1.200 hingga 1.300. Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, beberapa kelas jumping akan dilaksanakan hingga malam hari. Jupri menilai bahwa kelas jumping banyak diminati karena lebih sederhana dibandingkan dengan dressage.
“Asalkan mereka percaya diri, mereka bisa tampil baik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kelas dressage memerlukan chemistry yang kuat antara kuda dan atlet, mengingat kompleksitas gerakannya.




