Pemkot Cimahi Resmikan Dua Ruas Jalan Baru untuk Menghormati Tokoh Daerah
Sumber Foto: jurnalpolisi.co.id
Hiburan

Pemkot Cimahi Resmikan Dua Ruas Jalan Baru untuk Menghormati Tokoh Daerah

Jurnalpolisi.co.id- Pemerintah Kota Cimahi resmi meresmikan perubahan nama dua ruas jalan di Kota Cimahi pada Rabu (18/02/2026). Perubahan tersebut yakni Jalan Jati Serut menjadi Jalan Soedarma Tresna Manggala dan Jalan Aruman menjadi Jalan Dann Sugandha.

Peresmian digelar di Food Court Citra Cihanjuang dan dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Cimahi Hendra Gunawan, para kepala dinas di lingkungan Pemkot Cimahi, instansi vertikal dari BPN dan BPS, pejabat dari Biro Otda Provinsi Jawa Barat, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga dari kedua tokoh yang namanya diabadikan menjadi ruas jalan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa pemberian nama ruas jalan baru bukan sekadar perubahan administratif, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian dan keteladanan para tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Kota Cimahi dan Jawa Barat.

“Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi para tokoh bagi daerah,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, proses pengkajian hingga penetapan nama ruas jalan tersebut memakan waktu lebih dari delapan bulan. Tahapan tersebut meliputi kajian, verifikasi, hingga penetapan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Peraturan Badan Informasi Geospasial Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Rupabumi sebagai dasar hukum dalam proses tersebut.

Ngatiyana menambahkan, nama Jalan Soedarma Tresna Manggala diambil dari sosok yang pernah menjabat Kepala Pemerintahan Kotip Cimahi sebelum menjadi kota otonom dan kemudian mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Sementara itu, Jalan Dann Sugandha diabadikan untuk mengenang tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam dinamika kepemerintahan dan pembangunan daerah.

“Nama jalan adalah identitas sekaligus penanda sejarah. Ketika masyarakat melintasinya, kita ingin nilai pengabdian dan semangat juang para tokoh tersebut tetap hidup dan menjadi inspirasi generasi penerus,” pungkas Ngatiyana.