PLN EPI Raih Dua Penghargaan PRIA 2026 untuk Keberlanjutan dan Komunikasi Sosial
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam ajang The 11th Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.
Pencapaian ini menegaskan konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui komunikasi yang transparan.
Dalam ajang kompetisi kehumasan tingkat nasional tersebut, PLN EPI meraih Gold Winner untuk Kategori Laporan Tahunan Subkategori Sustainability Report.
Selain itu, perusahaan juga menyabet Silver Winner pada Kategori Program Komunikasi Social Responsibility (SR) Subkategori Sustainability Business melalui inisiatif bertajuk "EPI Sustaina-Link: Memberdayakan Masyarakat, Menjaga Keberlanjutan".
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari upaya kolektif perusahaan dalam menyajikan informasi yang akuntabel kepada publik.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata kerja kolektif PLN EPI dalam menghadirkan komunikasi yang transparan, akuntabel, dan berdampak, sehingga informasi terkait TJSL dan Laporan Keberlanjutan dapat dipahami secara utuh oleh pemangku kepentingan serta memperkuat kepercayaan publik,” ujar Mamit.
Fokus pada Dampak Sosial
Melalui program EPI Sustaina-Link, PLN EPI mengintegrasikan komunikasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan strategi transisi energi.
Beberapa inisiatif yang menjadi sorotan antara lain pengembangan Desa Berdaya Energi di Gunung Kidul melalui Electrifying Agriculture, budidaya maggot, serta penanaman tanaman multifungsi untuk mendukung cofiring biomassa.
Di wilayah lain, perusahaan juga melakukan konservasi terumbu karang di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, hingga pemberdayaan pemuda melalui pelatihan barista bagi Karang Taruna di wilayah operasional perusahaan.
Kerja Kolektif Komunikator
Founder & CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, menekankan bahwa reputasi organisasi di era saat ini sangat bergantung pada profesionalisme dan kolaborasi lintas fungsi di dalam perusahaan.
“Keberhasilan komunikasi saat ini bukan lagi hasil kerja individu, melainkan kerja kolektif para komunikator dalam organisasi. Kolaborasi lintas fungsi menjadi kunci untuk membangun reputasi dan kepercayaan publik secara berkelanjutan,” tutur Asmono.
Ia menambahkan bahwa membangun reputasi bukanlah proses instan, melainkan hasil dari akumulasi komunikasi yang konsisten dan berpegang teguh pada etika.
“Reputasi lahir dari akumulasi kerja komunikasi yang konsisten. Karena itu, profesionalisme dan etika menjadi fondasi utama,” tegasnya.
Penghargaan PRIA 2026 ini menjadi tolok ukur efektivitas komunikasi korporasi dalam membangun reputasi jangka panjang, sekaligus membuktikan bahwa praktik keberlanjutan di PLN EPI telah memberikan dampak nyata yang diakui secara nasional.




