PLN EPI Resmikan Fasilitas Pengolahan Biomassa Pertama di Ciamis untuk Atasi Limbah Aren
Sumber Foto: Japos.co
Hub Berita

PLN EPI Resmikan Fasilitas Pengolahan Biomassa Pertama di Ciamis untuk Atasi Limbah Aren

CIAMIS, JAPOS.CO – PLN Energi Primer Indonesia (EPI) telah meresmikan fasilitas hub pengolahan biomassa pertama di Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Fasilitas ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah serabut aren yang selama ini menjadi masalah lingkungan di daerah tersebut, terutama terkait bau tidak sedap yang ditimbulkan.

Dalam peresmian tersebut, Manager Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Odi Sefriadi, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, pihaknya menemukan potensi besar dari limbah serabut aren sebagai bahan baku untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa. Odi menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 1 juta metrik ton limbah aren yang dapat dimanfaatkan, hasil akumulasi proses produksi selama 15 tahun.

Odi juga menjelaskan bahwa jika limbah aren dibiarkan, ia dapat melepaskan gas metan yang memiliki dampak negatif 24 kali lebih besar dibandingkan dengan emisi CO2 dari pembakaran di PLTU. Oleh karena itu, PLN EPI berupaya mengembangkan teknologi untuk mengolah limbah tersebut, meskipun terdapat tantangan terkait kadar air yang tinggi pada limbah aren.

PLN EPI menggunakan teknologi dewatering dengan metode scuppers yang telah diuji coba dan menunjukkan hasil yang memuaskan. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi untuk memanfaatkan limbah aren sekaligus menjalin kolaborasi dengan masyarakat setempat.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa hub pengolahan biomassa ini merupakan langkah awal dalam program co-firing, yaitu mengganti sebagian penggunaan batu bara dengan sumber daya hayati. Dia menambahkan bahwa potensi limbah aren di Ciamis sangat besar dan bisa melibatkan lebih banyak sumber hayati lainnya.

Hokkop berharap bahwa ke depan, BUMDes, koperasi, dan BUMD dapat bermitra dengan masyarakat sebagai pemasok bahan baku untuk hub pengolahan biomassa, dengan dukungan pelatihan dan pembinaan mengenai spesifikasi material yang diharapkan oleh PLN EPI. Saat ini, hub tersebut mampu memproduksi 10 ton biomassa per jam, dan diharapkan dapat meningkat hingga 100 ton per jam seperti di negara-negara lain.

Limbah yang diolah di hub pengolahan biomassa ini rencananya akan dikirim ke PLTU Adipala di Cilacap dan PLTU Indramayu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) Ciamis, Taufik Gumelar, menyatakan bahwa keberadaan hub pengolahan biomassa ini merupakan peluang investasi yang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi warga dan membantu menyelesaikan masalah lingkungan yang ada di Ciamis.