Pusat Blockchain Senilai $9 Miliar Berpotensi Mengubah Ekonomi Maladewa
Maladewa, sebuah negara kepulauan di Asia Selatan, sedang dalam proses membangun pusat blockchain senilai $8,8 miliar yang diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan negara ini pada sektor pariwisata. Proyek ambisius ini diumumkan dalam laporan terbaru oleh Financial Times.
Pusat blockchain tersebut akan didanai oleh MBS Global Investments, sebuah perusahaan investasi keluarga yang berbasis di Uni Emirat Arab dengan total aset mencapai $14 miliar. Kesepakatan usaha patungan antara kantor keluarga Dubai dan pemerintah Maladewa telah ditandatangani pada hari ini.
Inisiatif blockchain ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi Maladewa dengan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut hingga 200% dalam waktu hanya empat tahun, serta menciptakan ribuan lapangan kerja baru.
Ekonomi Maladewa saat ini sangat bergantung pada pariwisata, yang menyumbang sekitar 30% dari total PDB. Negara ini terkenal dengan resor mewah yang menarik wisatawan dari seluruh dunia. Di samping sektor pariwisata, Maladewa juga memiliki industri perikanan yang berkontribusi sekitar 10% terhadap PDB, dengan tuna kuning dan skipjack sebagai komoditas utama, serta pasar utama di Uni Eropa, Jepang, dan Thailand.
Namun, negara ini menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan, dengan utang publik yang melebihi PDB yang saat ini tercatat sebesar $7 miliar. Selain itu, terdapat defisit fiskal yang disebabkan oleh pengeluaran yang berlebihan.
Pergeseran ke arah blockchain yang baru saja diumumkan diharapkan dapat membantu meringankan beban ini. Menteri Keuangan Moosa Zameer menyatakan kepada Financial Times bahwa pusat senilai $9 miliar ini dapat menjadi jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi Maladewa, sekaligus membantu negara ini menghindari kemungkinan default.




