Surabaya Diproyeksikan Menjadi Pusat Digital Indonesia Timur, DC Land Tingkatkan Kapasitas Data Center
Kota Surabaya sedang dipersiapkan untuk menjadi pusat digital penting bagi kawasan Indonesia Timur. Proyeksi ini muncul seiring dengan meningkatnya permintaan akan layanan pusat data di wilayah tersebut.
DC Land, sebagai penyedia pusat data, memperkirakan bahwa peran Surabaya sebagai hub digital akan semakin kuat pada tahun 2026. Hal ini berkaitan dengan rencana ekspansi kapasitas yang didorong oleh tingginya permintaan dari pelanggan.
Menurut Managing Director DC Land, Perry Yoranouw, saat ini kapasitas pengelolaan data di DC Land beroperasi dengan daya 3 megawatt (MW) dan memiliki kapasitas 43 rak. "Pertengahan tahun ini, seluruh kapasitas tersebut akan terserap," ungkap Perry saat peresmian DC Land di Intiland Tower Surabaya pada 6 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa tingkat keterisian pelanggan saat ini sudah mencapai hampir 50 persen, dengan klien yang berasal dari berbagai sektor, termasuk Internet of Things (IoT), e-commerce, dan penyedia layanan internet. "Target kami, pada akhir 2026, kapasitas akan ditingkatkan menjadi 100 rak," jelasnya.
DC Land telah menerapkan standar Tier 3 (R3) dan memperoleh sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data, sehingga pelanggan dapat merasa aman dalam menyimpan data mereka. Fasilitas penyimpanan juga dilengkapi dengan sistem Network Operation Center (NOC) yang beroperasi 24 jam, serta sistem keamanan berlapis dan sistem pemadam kebakaran yang memenuhi standar keselamatan untuk perangkat elektronik.
DC Land adalah lini bisnis baru yang dimiliki oleh pengembang properti Intiland, bekerja sama dengan ION Network. VP Government Relation Jawa Timur ION Network, Teguh Suprayitno, menjelaskan bahwa pemilihan Surabaya sebagai lokasi untuk pusat data ini didasarkan pada potensi pasar yang masih sangat luas.




